Home » » Mimpi dan Pengalaman Aneh Seorang Lesbi

Mimpi dan Pengalaman Aneh Seorang Lesbi


Aku Eka Fitriana. Lahir di Lampung pada tahun 1980. Tahun 1990, Ayah mengajak kami sekeluarga  pindah agama Islam. Aku hanya ikut-ikutan masuk Islam. Yang melatarbelakangi Ayah mengajak masuk Islam, ada kejadian teman Ayah yang Kristen punya anak laki -laki yang suka dengan seorang cewek beragama Islam. Sang ayah tidak setuju anaknya untuk pindah agama Islam. Akhirnya timbullah cekcok. Hampir terjadi saling bunuh dalam cekcok itu. Karena takut terjadi pada anaknya, akhirnya Ayah memutuskan untuk masuk Islam. Lingkungan kami juga banyak yang Islam.

Pindah agama kami hanya sebatas ganti identitas Islam di KTP. Tidak pernah sholat, kebiasaan makan daging babi tidak berubah, bahkan buka usaha ternak babi untuk dijual.
Di usia 14 tahun aku menikah dengan seorang laki-laki Islam KTP, artinya islam-islaman tidak tau tentang ilmu agama Islam. Kami dikaruniai seorang anak perempuan sehat dan cantik yang saat ini sudah kelas 1 SMU dan seorang anak   laki-laki, sekarang kelas 5 SD.
Demi keluarga, aku merantau ke Hong Kong tahun 2009. Setelah habis potongan gaji dan mendapatkan kesempatan libur, aku bergabung dengan anak-anak TB (tomboy-red). Salah satu teman TB memberi perhatian khusus dan sangat sayang lebih dari seorang cowok, aku  menyambutnya. Akhirnya kami sepakat untuk menjadi pasangan lesbi. Tiga  bulan berjalan hubungan kami, pacar lesbiku itu  mengajak aku bertobat. Aku mengangguk setuju.
Berdua,  pada suatu hari Minggu,  kami pergi ke Mushola Al Fallah, Tai Po. Kedatangan kami disambut baik oleh Mbak Jumik dan kawan-kawan. Mereka adalah pengurus Majelis Taklim Tai Po, yang mengelola mushola itu. Tapi setelah aku masuk mushola,  kekasihku tidak mau masuk, bahkan pergi meninggalkan aku di sana. Aku kecewa sekali dibohongi seperti itu.  Mungkin itu cara dia meninggalkan aku, demikian aku menuduhnya waktu itu.
Setelah kejadian itu, malamnya aku bermimpi. Ada seorang laki laki yang datang dan memegang leherku. Begitu leher saya dipegang, badan terasa dingin dan menggigil. Lalu seperti dibawa ke suatu tempat yang belum pernah  aku lihat sama sekali selama hidupku. Dalam perjalanan  itu, aku ditunjukan penyiksaan orang yang tidak berjilbab, rambutnya di tarik sampai kulitnya terkelupas. Terus, saya dibawa lagi dan ditunjukkan orang yang sedang dicambuk keluar darah dan nanah, kata laki-laki itu, orang yang disiksa itu tidak pernah menyembah Tuhan. Setelah dicambuk, darah dan nanahnya disuruh minum. Setelah diminumnya, perut orang tersebut meledak dan disiksa lagi.
Lalu  aku diperlihatkan orang yang bercinta sesama jenis. Mereka berubah jadi binatang yang aneh-aneh di suatu lembah. Tidak hanya sampai di situ, aku diajak melanjutkan perjalanan. Dibawa terus ke suatu tempat yang sangat indah sekali. Tempat itu sungguh luar biasa indahnya, belum pernah saya lihat selama aku hidup. Suasana enak, udara sejuk, banyak pepohonan, aku disuruh duduk di situ. Aku melihat banyak orang berjilbab yang cantik dengan wajah berseri-seri. Langkah kaki mereka mengayun tidak menginjak tanah. Aku terheran, kagum, lalu aku terbangun  dan ketakutan.
Besok malamnya aku bermimpi lagi didatangi laki laki. Ia mencengkram bahuku dengan cengkraman yang kuat. Seluruh tubuh terasa dingin dan seolah olah saya dibawa melayang entah kemana, aku di perlihatkan pada hal-hal yang aneh, aku jumpai orang tidak berjilbab menarik-narik rambutnya hingga rambut serta kulitnya terkelupas semua hingga tidak ada kulit  yang menempel di kepalanya sama sekali. Setiap malam aku bermimpi seperti itu.
Setiap mau tidur aku selalu ketakutan. Aku ketakutan seperti orang gila. Akhirnya setiap libur saya pergi ke Majelis Taklim di Mushola Al Fallah Tai Po. Di sana aku dibimbing Mbak Jumik dan 3 orang pengurus lain. Mereka mengajariku untuk mandi besar, sholat taubat, dan tahajud.
Aku ikuti saran Mbak Jumik. Tetapi mimpi menakutkan itu selalu hadir lagi setiap malam. Dalam mimpi-mimpi itu aku juga ditunjukkan orang yang suka berzina itu bagaimana, orang yang tidak berjilbab itu bagaimana, orang yang suka semiran rambut itu bagaimana, orang yang suka menghiasi rambut itu bagaimana. Mimpi itu selalu hadir setiap malam berturut turut selama 3 bulan. Dalam mimpi itu aku kepingin wudhu dan sholat akan tetapi mencari tempat tidak ada, tanah yang saya injak becek, pindah cari tempat lagi tapi yang kutemukan tempat bebatuan dan jurang. Ke mana-mana cari tempat wudlu tidak kutemukan.
Aku berteman dengan seseorang yang aku panggil ustad di facebook. Dia selalu menulis status keagamaan. Aku inbox dan cerita masalahku. Dia bilang diriku masih kotor dan disarankan sebelum tidur baca doa.
Di Majelis Taklim Tai Po pula aku mulai rajin belajar iqro’, tajwid, annah diyah, dan beli buku-buku islami untuk santapan rohaniku. 
ADA kejadian yang lebih aneh lagi aku alami. Ketika aku libur, ditelpon oleh temanku yang tinggal di Pok Fulam. Dia menyuruhku main ke sana karena majikannya sedang berlibur keluar negeri. Hari itu aku pertama kali memakai jilbab dan pertama kali ke Pok Fulam.Aku diajaknya belanja ke pasar. Di tengah pasar, saya ketemu laki-laki Cina umur setengah baya. Dia menyapaku.
 " Amui lei hai em hai muslima? Ngo sung pei leia, ciuku goi a (Adik, kamu muslim, ya ? Aku kasih ini buatmu, tolong dirawat)," katanya sambil menyodorkan sebuah bungkusan padaku.
Sesampai di rumah temanku, langsung aku buka bungkusan itu. Subhanallah, ternyata Al- Quran dengan terjemahannya !
Loh, wong dia orang Cina kok punya Al-Quran terjemahan Indonesia,” kata temanku itu dengan muka keheranan. Saya langsung nangis dan langsung sholat dhuhur karena sudah waktu dhuhur.
Sejak itu aku selalu membacanya, membawanya ke mana-mana.
Alhamdulilah, dua tahun Islam saya matang di Hong Kong.  Benar-benar tenang, tidak ada pikiran resah,  aku rasakan nikmatnya hidup dengan Islam. Kalau ada masalah saya langsung mengambil air wudlu dan sholat. Saya hadapi masalah dengan senyum  dan saya merasakan bisa lebih dekat dengan Allah. Majikan juga gak nanya dengan perubahan saya. Dulu suka pakai baju pendek seksi, sekarang sehari-hari pakai baju muslim lengkap dengan jilbab, majikan tidak mempermasalahkan. Setelah mandi masuk kamar untuk sholat, majikan juga gak tanya. Jika majikan tidur terlebih dahulu saya terpaksa sholat sambil berbaring, karena tempatnya yang sangat sempit.
Lebih mengherankan lagi ketika aku telpon ke rumah, orang rumah bilang anak perempuanku tiba-tiba berjilbab tanpa ada yangmenyuruh. Saya tanya kenapa berjilbab, jawab dia, "Saya mimpi melihat Mama berjilbab dan terlihat sangat cantik, apa Mama di Hong Kong berjilbab?"
Tapi Allah juga mengujiku. Suami menghabiskan uang jerih payah yang sedianya untuk bikin rumah dan biaya sekolah anak. Saat itu aku jengkel pingin cerai. Tapi setelah dipikir-pikir, aku ingin jadi istri yang baik, yang sholehah. Wajar dia begitu karena dia tidak tahu tentang agama, maka aku harus membimbingnya supaya jadi baik, membawa suami dan anak-anak ke jalan surga seperti yang kurasakan. 
Dengan ilmu yang aku dapat di Hong Kong aku membimbing  keluargaku. Bulan Mei 2013 nanti insya Allah pulang, berkumpul, menjalin kehangatan, dan kebahagiaan bersama keluarga. Alhamdullah saya bersyukur mendapat hidayah ini sungguh Allah benar-benar sayang dan memberikan hidayah kepadaku.  (Seperti dituturkan Eka Fitria kepada Lutfiana Wakhid/CAHAYAQU).*

Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2014. Majalah Cahayaqu. All Rights Reserved
Developed by Romeltea. Powered by Cahayaqu Company Ltd. Hong Kong